<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Voice of Jakarta &#187; bangwin</title>
	<atom:link href="http://voiceofjakarta.com/author/bangwin/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://voiceofjakarta.com</link>
	<description>Everything about The City</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Mar 2012 03:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>3 Shift Jam Kerja : Upaya Mengurangi Kemacetan Jakarta</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/12/3-shift-jam-kerja-upaya-mengurangi-kemacetan-jakarta/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/12/3-shift-jam-kerja-upaya-mengurangi-kemacetan-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 06 Dec 2010 19:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Surviving Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[3 Shift Jam Kerja]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Macet]]></category>
		<category><![CDATA[Motulz]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=577</guid>
		<description><![CDATA[Macet Jakarta Ada banyak upaya untuk  mengurangi kemacetan Jakarta. Yang nampaknya tiap tahun makin padat dan makin sulit bergerak. Upaya yang dilakukan bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah bahkan masyarakat pun sudah mencoba banyak cara untuk menguranginya. Pemerintah DKI sedang menjalani solusi dengan transportasi publik dengan busway. Program banyak koridor pun sedang disiapkan. Kemudian dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Jakarta Macet" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/jakarta_macet_featured.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p><strong>Macet Jakarta</strong></p>
<p>Ada banyak upaya untuk  mengurangi kemacetan Jakarta. Yang nampaknya tiap tahun makin padat dan makin sulit bergerak. Upaya yang dilakukan bukan saja menjadi tanggung jawab pemerintah bahkan masyarakat pun sudah mencoba banyak cara untuk menguranginya. Pemerintah DKI sedang menjalani solusi dengan transportasi publik dengan busway. Program banyak koridor pun sedang disiapkan. Kemudian dengan rencana pembuatan monorail, MRT, dan KRL, ini pun merupakan langkah infratsruktur yang menjanjikan sebagai solusi.</p>
<p>Sementara dari masyarakat, banyak yang pula yang melakukan upaya mengurangi kemacetan misalnya dengan menggunakan sepeda ke tempat kerja. Atau ikut “nebeng” dengan mobil teman yang searah. Usaha-usaha ini merupakan upaya warga dan pemerintah Jakarta untuk melepaskan diri dari kemelut kemacetan Jakarta</p>
<p><strong>Konsep </strong><em><strong>Shifter</strong></em></p>
<p>Salah satu upaya yang mungkin layak dicoba adalah dengan melakukan pembagian <em>shift</em> (giliran) jam kerja. Kita tahu bahwa masalah utama dari kemacetan adalah perpindahan penduduk yang serentak dalam waktu yang bersamaan. Yakni perpindahan penduduk sebagai pegawai kantoran dari lokasi perumahan ke lokasi pusat bisnis. Minimnya fasilitas transportasi publik menyebabkan perpindahan manusia ini dengan kendaraan pribadi.</p>
<p>Selain melakukan penambahan jumlah transportasi publik, solusi lain adalah dengan membagi giliran jam kerja perusahaan. Katakanlah pembagiannya itu berdasarkan jenis usaha atau pekerjaannya.</p>
<p><strong>• Shift 1</strong> : masuk jam 07.00- 15.00 : untuk perusahaan bank dan kantor-kantor pemerintahan</p>
<p><strong>• Shift 2</strong> : masuk jam 10.00 &#8211; 18.00 : untuk perusahaan umum</p>
<p><strong>• Shift 3</strong> : masuk jam 13.00 &#8211; 21.00 : untuk perusahaan penunjang perusahaan lain (<em>maintenance</em>, infrastruktur, distribusi dst)</p>
<p>Apabila diperhatikan, sebetulnya tidak terlalu banyak berubah dari jam sibuk yang ada sekarang yaitu sejak pukul 7 pagi hingga pukul 21 malam. Bedanya sekarang pendistribusian kepadatan transportasi jadi terpecah tiga.</p>
<p>Lalu bagaimana dengan perusahaan yang membutuhkan jasa / keterkaitan perusahaan lain? Tentu saja semua itu bisa diatur dan bukan menjadi sebuah aturan jam kerja kaku yang terikat. Untuk perusahaan-perusahaan yang membutuhkan kesiapan (<em>stand by</em>) lebih dari sekedar jam kerja, tentu tidak akan mengikat dari aturan 3 <em>shift</em> ini. Lagipula sejak dulu pun demikian, seperti halnya rumah sakit, station TV, bandara, pemadam kebaran, PLN, dan seterusnya. Jelas perusahaan-perusahaan jenis pelayanan publik seperti itu tidak musti melakukan aturan 3 shift, karena di dalam perusahaan mereka pun sudah melakukan shift kerja</p>
<p>Dengan konsep “<em>Shifter</em>” ini, maka akan banyak keuntungan-keuntungan yang bisa dihasilkan selain mengurangi kemacetan jalan, antara lain:</p>
<p>1. Bagi suami isteri yang keduanya kerja kantoran, mungkin bisa saling bergantian menemani si kecil di rumah</p>
<p>2. Pendistribusian beban listrik DKI pada jam-jam tertentu. Sehingga mengurangi kelebihan beban dan “byar-pet”</p>
<p>3. Pendistribusian kepadatan jam operasi angkutan umum</p>
<p>4. Tidak perlu mengorbankan jam sekolah anak-anak lagi</p>
<p>5. Tidak perlu menunggu biaya besar PemdaDKI untuk membuat infrastruktur yang tak kunjung datang</p>
<p>6. Dan mungkin masih banyak lagi.</p>
<p>Yang menarik, untuk melakukan konsep ini, tentu tidak perlu melakukan proses panjang dan penuh birokrasi. Cukup melalui Depnaker dan PemdaDKI sebagai pihak yang memberikan nota kepada perusahaan-perusahaan. Sebagai upaya uji coba bukan tidak mungkin diterapkan untuk wilayah-wilayah tertentu dulu, misalnya diterapkan di semua perusahaan yang berada di Jalan Sudirman dan Thamrin. Kemudian menyusul fase kedua perkantoran di wilayah Kuningan dan Gatot Subroto, dan seterusnya berdasarkan tingkat kepadatan wilayah perkantoran.</p>
<p>Dengan demikian, maka permasalahan kepadatan jalan raya pada jam-jam sibuk pagi dan sore nampaknya tinggal kenangan <img src='http://voiceofjakarta.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Semoga jadi pencerahan dan pertimbangan…</p>
<p><em>Penulis: Anto Motulz<br />
Twitter: <a href="http://twitter.com/motulz">@motulz</a><br />
Blog: <a href="http://motulz.blogdetik.com/">http://motulz.blogdetik.com/</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/12/3-shift-jam-kerja-upaya-mengurangi-kemacetan-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Teguh Ostentrik – Sarong, Identity?</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/11/teguh-ostentrik-sarongidentity/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/11/teguh-ostentrik-sarongidentity/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Nov 2010 19:32:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Kotemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=573</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan tentang identitas selalu menarik untuk dijadikan tema dalam suatu pameran, salah satu seniman senior Indonesia, Teguh Ostentrik membawa subject metter yang menarik dalam pameran tunggalnya yang dibawa oleh Semarang Contemporary Art di Hall Utama Jakarta Art District. Seniman serba bisa yang sudah berkiprah dalam dunia seni rupa kurang-lebih salama 32 tahun ini sepertinya ingin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="teguh-ostentrik-sarongidentity_1" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/teguh-ostentrik-sarongidentity_1.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p>Pertanyaan tentang identitas selalu menarik untuk dijadikan tema dalam  suatu pameran, salah satu seniman senior Indonesia, Teguh Ostentrik  membawa subject metter yang menarik dalam pameran tunggalnya yang dibawa  oleh Semarang Contemporary Art di Hall Utama Jakarta Art District.</p>
<p><img class="alignnone" title="teguh-ostentrik-sarongidentity_2" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/teguh-ostentrik-sarongidentity_2.jpg" alt="" width="459" height="306" /></p>
<p>Seniman serba bisa yang sudah berkiprah dalam dunia seni rupa  kurang-lebih salama 32 tahun ini sepertinya ingin menyampaikan kepada  kita hubungan antara manusia dengan sarung, sarung identik dengan  kebudayaan masyarakat, bisa menjadi bentuk hubungan dengan sang ilahi  maupun menjadi simbol interaksi sosial sesama manusia.</p>
<p>Apa yang ingin di sampaikan oleh Teguh Ostentrik dalam pameran  tunggalnya yang berjudul ‘Sarong, Identity?’ ini sepertinya  menggambarkan hubungan antara manusia dengan Sarung, sarung dalam  subject matter di sini bisa berarti suatu simbol yang melambangkan  kepasrahan, bentuk kepasrahan tersebut dapat terlihat di setiap karya  lukisan &amp; patungnya, seperti pada lukisan diatas yang berjudul ‘Oh  Semua Terletak di TanganMu’, Teguh seperti mencoba menyampaikan bentuk  kepasrahan manusia kepada sang ilahi melalui objek Sarung.</p>
<p><img class="alignnone" title="teguh-ostentrik-sarongidentity_3" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/teguh-ostentrik-sarongidentity_3.jpg" alt="" width="460" height="690" /></p>
<p><strong><strong>Exhibition Name : </strong></strong>Sarong,Identity?<br />
<strong> <strong>Place :</strong></strong> Semarang Contemporary Art Gallery (Jakarta Art District)<strong><br />
<strong>Curator :</strong></strong> Jean Couteau<strong><br />
<strong>Time :</strong></strong> 6 November – 20 November 2010<strong><br />
<strong>Artist : </strong></strong>Teguh Ostentrik</p>
<p><em>Blogpost ini disindikasi dari <a href="http://outoftheboxindonesia.wordpress.com/">Out of The Box Indonesia</a> (termasuk foto-fotonya)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/11/teguh-ostentrik-sarongidentity/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nindityo Adipurnomo – Napoleon Kompleks Saudagar Komprang</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/11/nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/11/nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 12:29:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Lukis]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=568</guid>
		<description><![CDATA[Bagi seorang seniman, bukan hanya proses pencarian jadi diri saja yang sering kali menjadi Subject matter karya lukisannya, seorang seniman kelahiran Semarang 1961 bernama Nindityo Adipurnomo adalah salah satu seniman yang sering kali menjadikan lukisannya menjadi media proses pencarian identitas kebangsaan dan kebudayaan. Seniman lulusan Institut Seni Indonesia Jogya yang juga pernah mengecap pendidikan Seni [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class=" alignnone" title="nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang_1" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang_1.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p>Bagi seorang seniman, bukan hanya proses pencarian jadi diri saja yang sering kali menjadi Subject matter karya lukisannya, seorang seniman kelahiran Semarang 1961 bernama Nindityo Adipurnomo adalah salah satu seniman yang sering kali menjadikan lukisannya menjadi media proses pencarian identitas kebangsaan dan kebudayaan.</p>
<p>Seniman lulusan Institut Seni Indonesia Jogya yang juga pernah mengecap pendidikan Seni di Amsterdam Belanda ini pada pameran tunggalnya yang diselenggarakan oleh Semarang Contemporary Art Gallery di Jakarta Art District mengangkat tema Identitas nenek moyang serta kebudayaan Indonesia, dalam kurang lebih 8 judul lukisan yang ia pamerkan tersebut banyak menggambarkan portrait seseorang, seperti dalam karyanya yang berjudul ‘My Ancestors Were Traders’ dalam lukisan diatas, Nindityo menggambarkan satu keluarga Tionghoa, ia mengatakan mungkin saja kakek buyutnya adalah seorang pendatang dari daratan cina.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 470px"><img title="nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang_2" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang_2.jpg" alt="" width="460" height="690" /><p class="wp-caption-text">&#39;Napoleon Kompleks Saudagar Komprang&#39; | gouache on paper | 70x200cm (2panles) | 2010</p></div>
<p>Selain mempertanyakan identitas masa lalunya, Nindityo juga sering membahas tema-tema yang berhubungan dengan kebudayaan dan keragaman agama di Indonesia. Ia merasa sering kali keragaman agama di negeri ini seperti terancam dengan adanya golongan tertentu. Suami dari seniman Mella Jaarsma ini sepertinya tidak pernah lelah untuk terus memperlihatkan hasil pencarian kegelisahan yang ia rasakan terhadap negeri ini.</p>
<p><img class="alignnone" title="nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang_3" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang_3.jpg" alt="" width="460" height="690" /></p>
<p><strong><strong>Exhibition Name : </strong></strong>Napoleon Kompleks Saudagar Komprang<br />
<strong><strong>Place :</strong></strong> Semarang Contemporary Art Gallery (Jakarta Art District)<strong><br />
<strong>Curator :</strong> </strong>Rifky Effendy<strong><br />
<strong>Time :</strong></strong> 6 November – 20 November 2010<strong><br />
<strong>Artist : </strong></strong>Nindityo Adipurnomo</p>
<p><em>Blogpost ini disindikasi dari <a href="http://outoftheboxindonesia.wordpress.com/">Out of The Box Indonesia</a> (termasuk foto-fotonya)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/11/nindityo-adipurnomo-napoleon-kompleks-saudagar-komprang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Arkiv Vilmansa – Riding Curves</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/11/arkiv-vilmansa-riding-curves/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/11/arkiv-vilmansa-riding-curves/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Nov 2010 12:12:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Kotemporer]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Rupa]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Visual]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=562</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu pameran besar yang ditunggu-tunggu para pecinta seni Visual &#38; Toys di Indonesia ini akhirnya kemarin telah menyelenggarakan Pamerannya, Arkiv Vilmansa atau terkadang ia menyebut namanya sebagai Arkiv Instant ini merupakan pelukis yang berdiri di jalur Pop Art, dimana tema-tema yang diangkat lebih sering menyinggung kultur populer, konsumerisme dan Subject matter yang khas dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="arkiv-vilmansa-riding-curves" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/arkiv-vilmansa-riding-curves-01.jpg" alt="" width="588" height="392" /></p>
<p>Salah satu pameran besar yang ditunggu-tunggu para pecinta seni Visual &amp; Toys di Indonesia ini akhirnya kemarin telah menyelenggarakan Pamerannya, Arkiv Vilmansa atau terkadang ia menyebut namanya sebagai Arkiv Instant ini merupakan pelukis yang berdiri di jalur Pop Art, dimana tema-tema yang diangkat lebih sering menyinggung kultur populer, konsumerisme dan Subject matter yang khas dari sang seniman.</p>
<p>Arkiv merupakan salah satu seniman kontemporer Indonesia yang sudah lama berada di dunia Toys &amp; Painting, sehingga tidak mengagetkan bila namanya sudah cukup terkenal di dunia Toys &amp; Painting tersebut. Bila melihat setiap lukisan yang ia hasilkan kita akan selalu melihat adanya makhluk seperti hewan yang menjadi Icon utama dirinya, bentuk makhluk tersebut terlhat seperti perpaduan Mickey Mouse &amp; Marvin the Martians, dengan warna-warna Primer yang menghiasi serta tarikan garis rapih teratur dalam lukisannya, membuatnya sangat eye catching. Latar belakangnya sebagai Arsitektur pula yang membantu &amp; memberikan inspirasi terbesar dalam setiap lukisan acrylicnya.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"><img title="rkiv-vilmansa-riding-curves-02" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/arkiv-vilmansa-riding-curves-02.jpg" alt="" width="588" height="410" /><p class="wp-caption-text">&#39;Wings&#39; | Acrylic on Canvas | 130x150cm | 2010</p></div>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"><img class=" " title="arkiv-vilmansa-riding-curves-03" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/arkiv-vilmansa-riding-curves-03.jpg" alt="" width="588" height="799" /><p class="wp-caption-text">&#39;Arkiv Instant Figure&#39; | Vynil | 11 inches tall | Produce by Adfunture (Shanghai) | 2009</p></div>
<p>Selain lukisan, Arkiv juga terkenal oleh Art Toys yang ia ciptakan, dengan karakter yang sama dengan yang sering ia hadirkan dalam lukisannya, hadirlah karakter Arkiv Instant yang terbuat dari Vinyl yang ia pamerkan juga di pameran tunggalnya di Vivi Yip Artroom 2. Bila melihat dari setiap lukisan yang ia pamerkan, terasa bahwa Arkiv telah memberikan 100% dari apa yang ia miliki sebagai seorang seniman, namun totalitas tersebut bukan merupakan puncak dari karirnya, justru pamerannya kali ini merupakan langkah awal besar miliknya untuk terus berkarya &amp; berpameran sebagai seorang seniman. Riding Curves bisa dikatakan merupkan tonggak awal pencapaian karirnya, karena setelah pameran kali ini, ia sudah dijadwakan akan berpameran di Filipina &amp; beberapa lokasi di Amerika Serikat.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 598px"><img title="rkiv-vilmansa-riding-curves-04" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/arkiv-vilmansa-riding-curves-04.jpg" alt="" width="588" height="418" /><p class="wp-caption-text">&#39;Peacock&#39; | Acrylic on Canvas | 130x150cm | 2010</p></div>
<p>Jujur, saya sangat senang dengan perkembangan dunia seni Visual di Indonesia, meski telat beberapa tahun dari di Amerika &amp; Eropa, perkembangan Seni Kontemporer di Indonesia sudah terlihat akan semakin banyak di apresiasi oleh banyak orang, salah satu buktinya adalah Pameran Tunggal Arkiv ini.</p>
<p><strong><strong>Exhibition Name :</strong></strong>Riding Curves<br />
<strong><strong>Place :</strong></strong> Viviyip Artroom 2<strong><br />
<strong>Curator :</strong> </strong><strong><br />
<strong>Time :</strong></strong> 23 Oktober – 13 November 2010<strong><br />
<strong>Artist : </strong></strong>Arkiv Vilmansa</p>
<p><em>Blogpost ini disindikasi dari <a href="http://outoftheboxindonesia.wordpress.com/">Out of The Box Indonesia</a> (termasuk foto-fotonya)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/11/arkiv-vilmansa-riding-curves/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Daftar Lembaga Penyaluran Bantuan Bencana di Jakarta</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/11/daftar-lembaga-penyaluran-bantuan-bencana-di-jakarta/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/11/daftar-lembaga-penyaluran-bantuan-bencana-di-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Nov 2010 08:00:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana]]></category>
		<category><![CDATA[Mentawai]]></category>
		<category><![CDATA[Merapi]]></category>
		<category><![CDATA[Posko Penyaluran Bantuan]]></category>
		<category><![CDATA[Wasior]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=550</guid>
		<description><![CDATA[Berkaitan dengan bencana alam yang sedang menimpa saudara-saudara kita setanah air, maka untuk mempermudah warga Jakarta dan sekitarnya untuk bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi membantu, maka VOJ membuat daftar lembaga-lembaga yang bisa dihubungi untuk penyaluran bantuan-bantuan tersebut. Silahkan: Pos Langsat Jalan Langsat 1/3A, Kramat Pela, Keb Baru, Jakarta Selatan Telp: 021-7208262 Markas ACT Komp Perkantoran [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Berkaitan dengan bencana alam yang sedang menimpa saudara-saudara kita setanah air, maka untuk mempermudah warga Jakarta dan sekitarnya untuk bisa ikut berpartisipasi dan berkontribusi membantu, maka VOJ membuat daftar lembaga-lembaga yang bisa dihubungi untuk penyaluran bantuan-bantuan tersebut. Silahkan:</p>
<p><strong>Pos Langsat</strong><br />
Jalan Langsat 1/3A,<br />
Kramat Pela, Keb Baru,<br />
Jakarta Selatan<br />
Telp: 021-7208262</p>
<p><strong>Markas ACT</strong><br />
Komp Perkantoran Ciputat Indah Permai B-8<br />
Jl Ir Juanda 50 Ciputat<br />
Telp: 021-7414482</p>
<p><strong>Posko Mommiesdaily</strong><br />
Feztive Building, Jl Bangka Raya No 103,<br />
Kemang, Jakarta Selatan (dr jam 10 pagi &#8211; 9 malam)</p>
<p><strong>GreenMusic Foundation</strong><br />
Jl. Cipete 8 no 97<br />
Jakarta Selatan<br />
Telp: 083896290783 (cp: Anggia Kharisma)</p>
<p><strong>Rekening Satu Untuk Negeri (Tv One News)</strong><br />
Bank Mandiri 125-000-7926-793,<br />
BCA 275-111-111-0<br />
BNI 3009-2009-5<br />
BRI 0386-01-000-111-304.</p>
<p><strong>TUM 4 Indonesia (<a href="http://theurbanmama.com/forum/topic1004-charity-tum-4-indonesia.html">theurbanmama.com</a>)</strong><br />
Donasi Cash:<br />
BCA acct# 0350351612 a/n Shinta A.D Lestari<br />
Bank Mandiri acct# 101 000 433 5335 a/n Shinta A.D Lestari<br />
Paypal acct: charity@theurbanmama.com<br />
(cek keterangan lbh lanjut <a href="http://theurbanmama.com/forum/topic1004-charity-tum-4-indonesia.html">di sini</a>)</p>
<p>Donasi Non Cash:<br />
JAKARTA<br />
Siska Knoch<br />
Komplek Vila Delima<br />
Jl. Delima Timur V-A Blok J-18<br />
Lebak Bulus, Jaksel 12440</p>
<p>Vania AS<br />
Jl. Danau Jempang Blok B3 No. 25<br />
Pejompongan, Benhil Jakarta Pusat</p>
<p><strong>Posko Logistik Gema Damai</strong><br />
Rumah Damai<br />
Jalan Haji Saabun no.20, Margasatwa, Jakarta Selatan<br />
Telp:  0811918886</p>
<p><em>(Bila ada lembaga penyaluran bantuan yang ingin dimasukkan kedalam list ini silahkan kirimkan data2nya pada bagian komen di bawah atau tweet ke <a href="http://twitter.com/voiceofjakarta">@voiceofjakarta</a> )</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/11/daftar-lembaga-penyaluran-bantuan-bencana-di-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sepotong Kenangan dari Si Rambut Merah</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/11/sepotong-kenangan-dari-si-rambut-merah/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/11/sepotong-kenangan-dari-si-rambut-merah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Nov 2010 18:19:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Java Soulnation Festival]]></category>
		<category><![CDATA[Mick Hucknall]]></category>
		<category><![CDATA[Simply Red]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=514</guid>
		<description><![CDATA[Jakarta selama dua hari ( 29-30 Oktober 2010) dimeriahkan oleh event musik yang bertajuk Jakarta International Java Soulnation 2010 yang secara singkat orang-orang menyebutnya dengan Soulnation. Setelah sukses dengan Java Rockin&#8217; Land 2010 yang berfokus pada musik-musik bergenre dasar rock, maka Java Festival Production sebagai penyelenggara menjadikan Soulnation ini sebagai perhelatan akbar bagi musisi-musisi dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Mick Hucknall" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/mickhucknall_featured.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p>Jakarta selama dua hari ( 29-30 Oktober 2010) dimeriahkan oleh event musik yang bertajuk <a href="http://www.javasoulnation.com/2010/">Jakarta International Java Soulnation 2010</a> yang secara singkat orang-orang menyebutnya dengan <em>Soulnation</em>. Setelah sukses dengan<a href="http://www.javarockingland.com/2010/"> Java Rockin&#8217; Land 2010</a> yang berfokus pada musik-musik bergenre dasar rock, maka <a href="http://www.javafestivalproduction.com/">Java Festival Production</a> sebagai penyelenggara menjadikan <em>Soulnation</em> ini sebagai perhelatan akbar bagi musisi-musisi dalam genre soul, hip hop, R&amp;B dan rap. Salah satu penampil yang ikut meramaikan Soulnation adalah band asal Manchester, Inggris: <em><a href="http://www.simplyred.com/">Simply Red</a></em> yang juga menjadi bagian dari rangkaian tur perpisahan mereka yang diberi nama <em>Simply Red Farewell Tour</em>.</p>
<p>Saya yakin pasti banyak dari Anda yang ingin tahu penyebab mereka ingin mundur dari dunia musik. Tidak ada cerita dramatis ataupun heboh. Salah satu alasan mereka menginginkan bubar adalah karena bosan dan masing-masing anggota band ingin bersolo karier. &#8220;Farewel Tour adalah cara kami untuk mengucapkan salam perpisahan bagi penggemar Simply Red,&#8221; kata Mick Hucknall, penggagas Simply Red memberikan penjelasan.</p>
<p>Sebagai seseorang yang melewatkan masa-masa dimana Simply Red begitu populernya di tanah air, maka saya bisa menganggap konser Simply Red ini sebagai ajang bernostalgia bagi penduduk Jakarta yang sangat manis. Mengapa demikian karena memang Mick Hucknall dan kawan-kawan berhasil mengobati kerinduan para penggemar mereka dengan lagu-lagu romantis bercorak soul dan jazzy.</p>
<p>Saya teringat sewaktu saya menonton pertunjukkan<a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Sheila_Majid"><em> Sheila Madjid</em></a> pada event Java Jazz Festival ditahun yang sama yaitu 2010 bulan Maret. Pada saat itu seluruh penonton seolah terbius dan terbang ke masa-masa tahun 80an dan mulai ikut bernyanyi bersama-sama. Atmosfir yang sama saya dapati ketika Mick Hucknall bersama Simply Red membawakan lagu-lagu mereka yang sempat sukses di tanah air seperti &#8220;Thrill Me&#8221;, &#8220;Holding Back The Years&#8221; dan &#8220;So Not Over You&#8221;. Bahkan ketika intro lagu &#8220;Stars&#8221; dimulai penonton sudah mulai berteriak-teriak histeris.</p>
<p>Tidak dipungkiri lagu bisa berlaku selayaknya album foto kenangan, dimana saat kita mendengarkan sebuah lagu maka kenangan peristiwa saat lagu tersebut sedang kita sukai akan muncul kembali ke permukaan dan mengusik emosi kita. Dan itu pula yang terjadi saat konser perpisahaan Simply Red ini berlangsung. Saya sesekali menyempatkan diri melayangkan pandangan ke arah penonton, hampir semua terlihat seperti terbius sehingga mereka ikut bergoyang lemah lembut pada saat Mick membawakan lagu-lagu bertempo rendah dan romantis, lalu bergoyang heboh pada saat pindah ke lagu-lagu bertempo cepat berirama soul seperti &#8220;Stars&#8221; dan &#8220;Fairground&#8221;.</p>
<p>Mick Hucknall mengakhiri penampilan Simply Red dengan manis melalui lagu lama yang aslinya dinyanyikan oleh <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Harold_Melvin_%26_the_Blue_Notes">Harold Melvin &amp; the Blue Notes</a> yang berjudul &#8220;If You Don&#8217;t Know By Now&#8221;. Penonton sontak bergoyang dan menyanyi bersama.</p>
<p>Saya bisa bilang bahwa demi kenangan manis, penampilan Simply Red ini cukup berharga untuk warga Jakarta terutama yang sempat mengalami masa-masa di mana lagu-lagu Simply Red merajai radio-radio di ibukota ini.</p>
<p>Apakah Anda mengalami pengalaman serupa?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/11/sepotong-kenangan-dari-si-rambut-merah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gerakan #savejkt Lahir di Twitter</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/10/gerakan-savejkt-lahir-di-twitter/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/10/gerakan-savejkt-lahir-di-twitter/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Oct 2010 04:35:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Jakarta Kita]]></category>
		<category><![CDATA[#savejkt]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Twitter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=496</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 22 Oktober 2010, hari Jumat, gerakan #savejkt yang dimulai kurang dari dua bulan yang lalu telah resmi diluncurkan secara online di Twitter pada pukul 19:00 WIB. Gerakan #savejkt adalah gerakan yang didasari oleh keprihatinan warga Twitter terhadap kondisi Jakarta. Sebagai sebuah kota besar berpenduduk mendekati angka 10 juta jiwa, permasalahan Jakarta sangat kompleks. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="savejkt" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/savejkt_featured.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p>Pada tanggal 22 Oktober 2010, hari Jumat, gerakan <a href="http://savejkt.org">#savejkt</a> yang dimulai kurang dari dua bulan yang lalu telah resmi diluncurkan secara online di Twitter pada pukul 19:00 WIB.</p>
<p>Gerakan #savejkt adalah gerakan yang didasari oleh keprihatinan warga <a href="http://twitter.com">Twitter</a> terhadap kondisi Jakarta. Sebagai sebuah kota besar berpenduduk mendekati angka 10 juta jiwa, permasalahan Jakarta sangat kompleks. Fatalnya, kompleksitas masalah yang ada di Ibu Kota tidak direspon secara efektif dan profesional oleh pihak pengelola Jakarta. Di mana-mana kita bisa lihat ketidakmampuan pemerintah DKI saat ini dalam mencari solusi yang sistematis dan terintegrasi. Atas keprihatinan itulah para twitizen (warga kota pengguna account twitter) mencoba melakukan perubahan di Jakarta melalui peran aktif dalam suatu gerakan yang kami sebut sebagai Gerakan #savejkt. Mengapa? Karena Jakarta harus diselamatkan dari bencana yang diakibatkan keteledoran pengelola serta ketidakpedulian warganya. Kira-kira itulah yang menyebabkan lahirnya gerakan #savejkt ini.</p>
<p>Sejam setelah peluncuran gerakan #savejkt ini acara dilanjutkan dengan diskusi tentang gerakan ini di <a href="http://obrolanlangsat.com/2010/10/23/internet-media-sosial-dan-komunitasorganisasi-masyarakat-sipil-indonesia-2/">Obrolan Langsat (Obsat)</a> yang kebetulan juga dilangsungkan pada malam yang sama.</p>
<p>Pada tanggal yang sama sebelum peluncuran, kami mendapat kesempatan untuk mewawancara tiga orang pemrakarsa Gerakan #savejkt ini. Mereka adalah Yanuar Nugroho (<a href="http://twitter.com/yanuarnugroho">@yanuarnugroho</a>, Peneliti dan Pengajar di Manchester Business School, Inggris), Christi Pramudianti Wihardjono (<a href="http://twitter.com/cheestea">@cheestea</a>, Desainer Interior) dan Rachmat Anggara (<a href="http://twitter.com/anggadoet">@anggadoet</a>, Peneliti dan Pengajar di Prasetyamulya Business School).</p>
<p>Berikut ini video hasil wawancara kami dengan mereka bertiga:</p>
<p><object classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" width="480" height="385" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/MA2SrfjrUR4?fs=1&amp;hl=en_US" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><embed type="application/x-shockwave-flash" width="480" height="385" src="http://www.youtube.com/v/MA2SrfjrUR4?fs=1&amp;hl=en_US" allowscriptaccess="always" allowfullscreen="true"></embed></object></p>
<p><em>Foto: Amelia Wirogo</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/10/gerakan-savejkt-lahir-di-twitter/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Perparkiran VS Kemacetan</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/10/perparkiran-vs-kemacetan/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/10/perparkiran-vs-kemacetan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 07 Oct 2010 12:33:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Macet]]></category>
		<category><![CDATA[Tarif Parkir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=489</guid>
		<description><![CDATA[Kemacetan yang super parah di kota Jakarta ini membuat pemerintah daerah DKI Jakarta mencari cara untuk mengatasinya. Salah satunya yang sedang jadi pembicaraan pada saat ini adalah akan diberlakukannya kenaikan tarif parkir sebesar 5 kali lipat pada daerah-daerah tertentu yang dianggap pusat aktivitas masyarakat, seperti misalnya di daerah perkantoran dan sekitarnya. Pertanyaan yang timbul di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Jakarta macet" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/jakarta_macet_feat.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p>Kemacetan yang super parah di kota Jakarta ini membuat pemerintah daerah DKI Jakarta mencari cara untuk mengatasinya. Salah satunya yang sedang jadi pembicaraan pada saat ini adalah akan diberlakukannya <a href="http://metro.vivanews.com/news/read/181627-atasi-macet--solusi-dki-hanya-memungut">kenaikan tarif parkir sebesar 5 kali lipat</a> pada daerah-daerah tertentu yang dianggap pusat aktivitas masyarakat, seperti misalnya di daerah perkantoran dan sekitarnya.</p>
<p>Pertanyaan yang timbul di kepala saya adalah dengan kondisi transportasi pengganti (umum) yang ada sekarang, apakah menaikkan tarif parkir tersebut bisa menjadi solusi yang baik bagi masalah kemacetan kota Jakarta ini? Apakah masyarakat akan mau menggunakan transportasi umum demi untuk tidak harus membayar tarif parkir tersebut?</p>
<p>Saya ingat ketika dulu pemerintah mencoba menekan laju masuknya jumlah mobil import ke Indonesia dengan menggunakan cara memasukkan kendaraan mobil kedalam kategori barang mewah sehingga jumlah pajaknya masuknya menjadi hampir 100%. Lalu apa yang terjadi? mobil import tetap saja bisa masuk karena permintaan dari dalam negeri tetap tinggi, sehingga bisa disebut usaha pemerintah tersebut tidak terlalu berhasil. Nah, apakah kejadian serupa juga akan terjadi dengan kebijakan menaikkan tarif parkir ini?</p>
<p>Saya pribadi menilai masalah utama yang ada dalam kasus macet pada jalan-jalan di Jakarta ini lebih pada masalah kelayakan transportasi umum yang sejak jaman dahulu tidak pernah terpecahkan. Sehingga masyarakat memilih menggunakan kendaraan sendiri, sehingga mulailah mereka menyicil mobil ataupun motor agar bisa mendapatkan transportasi yang lebih layak. Bagaimana dengan Busway? Sebuah usaha yang bagus sebenarnya tapi kita juga punya masalah dalam hal memelihara produk bersama, sehingga seperti yang kita lihat, prasarana Busway sedikit demi sedikit mulai rusak, dan proses perbaikkan tidak kunjung bisa mengejar proses kerusakan itu sendiri.</p>
<p>Sedikitnya dari kacamata saya ada 3 poin penyebab kemacetan di Jakarta, yaitu:</p>
<ul>
<li>Tidak adanya transportasi umum yang memadai sehingga masyarakat berbondong-bondong membeli kendaraan sendiri.</li>
<li>Tidak adanya pembatasan usia kendaraan yang bisa digunakan di dalam kota.</li>
<li>Tarif parkir yang dibedakan tarifnya berdasarkan kepadatan dan tingkat kesibukan pada daerah-daerah tertentu</li>
</ul>
<p>Justru menurut pandangan saya dua poin pertama di ataslah yang sangat efektif untuk dilakukan jika ingin kemacetan di Jakarta berkurang, setelah itu baru kita mencoba poin terakhir yang berkaitan dengan perparkiran.</p>
<p>Bagaimana menurut Anda?</p>
<p><em>Foto: <a href="http://www.flickr.com/photos/basibanget/">basibanget</a></em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/10/perparkiran-vs-kemacetan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Futurotextiles: Surprising Textiles, Design &amp; Art</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/05/futurotextiles-surprising-textiles-design-art/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/05/futurotextiles-surprising-textiles-design-art/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 May 2010 05:33:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Seni & Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[Desain]]></category>
		<category><![CDATA[Le Printemps]]></category>
		<category><![CDATA[Pameran Tekstil]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=486</guid>
		<description><![CDATA[Pameran tahunan kerjasama Indonesia dengan Prancis kini kembali dibuka dengan tema yang berbeda dari tahun-tahun yang sebelumnya, pameran yang merupakan edisi ke-6 yang telah di selenggarakan di Jakarta ini mengambil tema Futurotextiles, dimana dalam pameran ini kita diajak untuk mengenal perkembangan tekstil yang diaplikasikan ke dalam banyak media, seperti Fashion, karpet, dan bahkan diguanakan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="futurotextiles" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/event_arts_futurotextil01.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p>Pameran tahunan kerjasama Indonesia dengan Prancis kini kembali dibuka dengan tema yang berbeda dari tahun-tahun yang sebelumnya, pameran yang merupakan edisi ke-6 yang telah di selenggarakan di Jakarta ini mengambil tema Futurotextiles, dimana dalam pameran ini kita diajak untuk mengenal perkembangan tekstil yang diaplikasikan ke dalam banyak media, seperti Fashion, karpet, dan bahkan diguanakan dalam bahan bangunan.</p>
<p><img class="alignnone" title="futurotextiles" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/event_arts_futurotextil02.jpg" alt="" width="588" height="392" /></p>
<p><img class="alignnone" title="futurotextiles" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/event_arts_futurotextil03.jpg" alt="" width="588" height="392" /></p>
<p>Pameran Futurotextiles ini sebelumnya telah sukses dipamerkan di 6 negara yaitu di Kota Lilie (Prancis), Istanbul (Turki), Courtrai (Belgia), Bangkok (Thailand) dan Casablanca (Maroko). Seperti biasa, tidak hanya pameran saja yang diselenggarakan Printamps, ada banyak sekali acara-acara yang mendukung tema utama Printamps tahun ini, antara lain Pameran Fotografi, pameran mode, Tari Kontemporer, Sirkus Kontemporer, Konser Simfoni, pameran poster film, dan masih banyak yang lainnya.</p>
<p>Event Le Printemps  yang berlangsung dari tanggal 27 April hingga 25 Juli 2010 ini dijamin akan banyak memberikan pengalaman baru buat teman-teman yang ingin mencari alternatif hiburan lain yang ada di kota Jakarta, jangan sampai melewatkan acara-acara menarik lainnya <img src="http://s.wordpress.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif" alt=":)" /></p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 543px"><img title="futurotextiles" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/event_arts_futurotextil04.jpg" alt="" width="533" height="800" /><p class="wp-caption-text">Ana Maria Kornelia | Life Dress | 2005 | Flexothane, katun, Cartridge H20</p></div>
<p>Untuk Info lebih lanjut : <a href="http://www.ccfjakarta.or.id/">www.ccfjakarta.or.id</a>, email : info@ccfjakarta.or.id, Telp : 390 85 85</p>
<p><em>Blogpost ini disindikasi dari <a href="http://outoftheboxindonesia.wordpress.com/">Out of The Box Indonesia</a> (termasuk foto-fotonya)</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/05/futurotextiles-surprising-textiles-design-art/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sehat dengan Makanan Organik</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2010/05/sehat-dengan-makanan-organik/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2010/05/sehat-dengan-makanan-organik/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 May 2010 10:57:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Surviving Jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[Green]]></category>
		<category><![CDATA[Healthy Food]]></category>
		<category><![CDATA[Makanan Organik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=476</guid>
		<description><![CDATA[Banyak sekali makanan yang walaupun terlihat segar dan sehat, namun tanpa disadari sudah &#8216;disusupi&#8217; dengan zat kimia beracun yang lambat laung bisa mengancam kesehatan tubuh kita. Untuk itu, salah satu solusinya adalah pilihlah makanan organik, yang tidak hanya baik bagi kesehatan, tapi juga aman bagi lingkungan. Apa itu produk organik? Yang disebutkan &#8220;produk organik&#8221; adalah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="organic" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/VOJ/jktgreen_organic_featured.jpg" alt="" width="588" height="250" /></p>
<p>Banyak sekali makanan yang walaupun  terlihat segar dan sehat, namun tanpa disadari sudah &#8216;disusupi&#8217; dengan  zat kimia beracun yang lambat laung bisa mengancam kesehatan tubuh kita.  Untuk itu, salah satu solusinya adalah pilihlah makanan organik, yang  tidak hanya baik bagi kesehatan, tapi juga aman bagi lingkungan.</p>
<p><strong>Apa itu produk organik?</strong></p>
<p>Yang disebutkan &#8220;produk organik&#8221; adalah hasil pertanian yang memenuhi  kaidah-kaidah pertanian organik, diantaranya tidak menggunakan  pestisida sintetis, pupuk kimia sintetis, zat pengatur tumbuh, rekayasa  genetika, dll.</p>
<p>Lalu, bagaimana dengan bahan pangan yang biasa kita beli untuk  memenuhi kebutuhan sehari-hari? Timbul pertanyaan di benak kita, apakah  bahan pangan tersebut sudah tercemar? Jelas tidak semua, tetapi ada  upaya yang perlu kita lakukan untuk mendapatkan produk pangan yang sehat  dan aman. Mengonsumsi produk organik adalah pilihan yang bijak.</p>
<p>Dengan mengonsumsi makanan organik, organ tubuh kita bekerja lebih  ringan. Menurut penelitian yang dilakukan pada 2007, buah dan sayuran  organik mengandung <strong>lebih dari 40% <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Antioxidants">antioksidan</a></strong> dibandingkan buah dan sayuran produk pertanian konvensional.</p>
<p>Ada banyak alasan mengapa memilih produk organik. Diantaranya bila  kita berbicara lingkungan, pertanian konvensional (non-organik)  berdampak buruk khususnya terhadap ekosistem lahan pertanian. Dan bila  dihubungkan dengan kesehatan, ternyata juga berdampak buruk terhadap  kesehatan petani itu sendiri, misalnya dengan adanya paparan pestisida  kimia sintetis saat proses produksi atau pun proses penyemprotan.</p>
<p><strong>Di mana kita bisa mendapatkan produk organik?</strong></p>
<p>Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mendapatkan produk  organik, yaitu berbelanja di toko, outlet khusus, belanja online,  belanja komunitas,belanja langsung ke produsen atau petani, belanja  melalui pasar tani yang hanya ada dihari-hari tertentu.</p>
<p><strong> </strong></p>
<ul>
<li><strong>JAKARTA</strong>
<ul>
<li><strong>Pasar Tani MPPO (Masyarakat Peduli Petani Organik) </strong><br />
Halaman  Dept Pertanian Ragunan, Jakarta<br />
Setiap hari jumat,  jam 7.30 &#8211;  14.00<br />
(ada sayur, buah, beras, kacang2an dll)<a title="Peta" href="http://www.cybermap.co.id/010ads.php?m=%2Fmap%2F010.map&amp;x0=106.810609&amp;y0=-6.305121&amp;x1=106.834351&amp;y1=-6.287890&amp;s=0.168254&amp;l=lstreet&amp;i=%2Ftmp%2FMap010124621027090646.gif&amp;w=401&amp;h=291&amp;l1=lstreet&amp;l2=%5Bl2%5D&amp;l3=%5Bl3%5D&amp;tmpl=jktll.html&amp;note=jkt&amp;fitz=%5Bfitz%5D&amp;cshopx=%5Bcshopx%5D&amp;cshopy=%5Bcshopy%5D&amp;url=%2F010ads.php&amp;ses=%5Bses%5D&amp;maps=401+291&amp;imgs=%5Bimgsize%5D&amp;btn=%5Bbtn%5D&amp;ip=%5Bip%5D" target="_blank"><br />
</a></li>
</ul>
</li>
</ul>
<ul>
<li><strong>BALI<br />
</strong></p>
<ul>
<li><strong>Sanur Farmer Market</strong><br />
Cafe Batujimbar<br />
Jalan  Danau Tamblingan No 152<br />
Sanur<br />
Setiap hari minggu, 10:00 &#8211; 12:00<br />
Tel:  (0) 361 287 374</li>
<li><strong>Home delivery</strong><br />
(<a href="mailto:widjoraras@gmail.com">kontak</a>)</li>
</ul>
</li>
<li><strong><a href="http://www.organicindonesia.org/05infodata.php">Direktori  pedagang dan pengusaha organik bisa ditemukan juga disini</a></strong></li>
</ul>
<p><strong>Terus, bagaimana saya bisa yakin bahwa produk yang saya  beli termasuk produk organik ?</strong></p>
<ul>
<li><strong>Periksalah ciri-ciri produk.</strong> Ciri-ciri pangan  organik seperti sayur dan buah secara kasat mata sekarang tidak terlalu  berbeda. Tidak semua sayur/buah organik harus bolong-bolong atau  berpenampilan buruk, akan tetapi bisa juga bagus, mulus karena memang  pas sedang musimnya dan pengendalian hama terpadunya baik. Kalau dari  rasa untuk yang sudah biasa memang terasa perbedaannya, diantaranya   teksturnya lebih renyah, padat, dan aroma yang lebih kuat.</li>
<li><strong>Cermati masalah label sertifikasi atau penjaminan</strong>.  Di Indonesia ada badan khusus yang didirikan untuk sertifikasi produk  organik, salah satunya yaitu BioCert.</li>
<li><strong>Kenali sumber atau produsen atau petani</strong> yang  mensuplai produknya. Bisa dilakukan kunjungan langsung ke lahan  pertanian bila memungkinkan sehingga terjalin hubungan saling  mempercayai antara produsen &#8211; konsumen.</li>
<li><strong>Pilih produk lokal setempat</strong>, setidaknya melakukan  variasi dan keragaman konsumsi pangan sehari-hari, seperti buah kita  bisa beralih ke jenis buah-buahan lokal setempat seperti kecapi,  manggis, salak, jambu bol, belimbing untuk menggantikan buah-buahan  impor (setidaknya memperkecil jejak karbon). Dari segi nilai gizi,  buah-buahan lokal  tidak kalah hebat dengan buah impor seperti pear.</li>
<li><strong>Lakukan penanaman sendiri</strong> di pekarangan atau  halaman bila memungkinkan. Untuk kita yang tinggal di perkotaan bisa  melakukan pertanian kota, seperti menanam bumbu dapur dan buah.</li>
</ul>
<p><strong>Eits, bukankah produk organik termasuk mahal?</strong></p>
<p>Kalau masalah harga itu relatif, tergantung di mana kita membelinya,  selain ada masalah jarak tempuh dari produk sampai ke konsumen, serta  masalah kualitas. Apakah bentuk curah atau memang yang premium (seperti  ukuran rata, kemasan) tentu harganya berbeda.</p>
<p>Satu alasan lagi untuk harga tinggi dari produk organik karena  ketersediaannya yang masih terbatas, petani juga perlu biaya lebih untuk  menyehatkan tanah sebelum tanahnya layak menghasilkan produk organik.  Belum lagi masalah tenaga kerja yang lebih banyak karena menggunakan  cara manual.</p>
<p>Ada banyak hal untuk menyiasati keterbatasan dana atau budget rumah  tangga untuk membeli produk organik diantaranya kita lakukan prioritas,  lakukan bertahap untuk beralih. Belilah produk lokal, belanja secara  komunitas atau langsung ke petani.</p>
<p><strong>Informasi lebih lanjut</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.organicindonesia.org/">Aliansi Organis Indonesia</a></li>
<li><a href="http://www.organicindonesia.org/01konsumen-artikel.php?id=130">Kiat  Hemat Belanja Pangan Organik</a></li>
<li><a href="http://www.biocert.or.id/">Biocert (Lembaga Sertifkasi  produk organik)</a></li>
</ul>
<p>(Penulisan artikel ini dibantu oleh Ibu Bibong)</p>
<p><em><a href="http://greenlifestyle.or.id/tips/detail/gedung_atau_kawasan_yang_memberikan_fasilitas_parkir_sepeda"><em>Artikel  ini diambil dari Greenlifestyle</em></a></em></p>
<p><em>Foto oleh: <a href="http://www.flickr.com/photos/galant/">thebittenworld.com</a><br />
</em></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2010/05/sehat-dengan-makanan-organik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

