<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Voice of Jakarta &#187; Bom Bali</title>
	<atom:link href="http://voiceofjakarta.com/tag/bom-bali/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://voiceofjakarta.com</link>
	<description>Everything about The City</description>
	<lastBuildDate>Sun, 04 Mar 2012 03:49:40 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Membayangkan: Hidup Tanpa Kebencian</title>
		<link>http://voiceofjakarta.com/2008/12/membayangkan-hidup-tanpa-kebencian/</link>
		<comments>http://voiceofjakarta.com/2008/12/membayangkan-hidup-tanpa-kebencian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Dec 2008 03:36:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>bangwin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Featured]]></category>
		<category><![CDATA[Sekitar Kita]]></category>
		<category><![CDATA[Bom Bali]]></category>
		<category><![CDATA[Imagine]]></category>
		<category><![CDATA[John Lennon]]></category>
		<category><![CDATA[Mumbai]]></category>
		<category><![CDATA[Teroris]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.voiceofjakarta.com/?p=202</guid>
		<description><![CDATA[foto oleh jimjarmo Tragedi kembali terjadi lagi. Belum hilang ingatan kita ketika para teroris membom beberapa tempat di Bali dan menyebabkan 200 orang lebih meninggal dunia. Kini dunia dihadapkan pada peristiwa serupa yang terjadi di Mumbai, India. Lebih dari 150 orang meninggal ketika teroris membom empat buah tempat, menahan sandera serta membunuh sandera-sandera tersebut. Sama [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="Imagine" src="http://img.photobucket.com/albums/v245/bangwin/Bangwinet/imagine.jpg" alt="" width="500" height="156" /></p>
<p><em>foto oleh <a href="http://www.flickr.com/photos/jimjarmo/">jimjarmo</a></em></p>
<p>Tragedi kembali terjadi lagi. Belum hilang ingatan kita ketika para teroris membom beberapa tempat di Bali dan menyebabkan 200 orang lebih meninggal dunia. Kini dunia dihadapkan pada peristiwa serupa yang terjadi di Mumbai, India. Lebih dari 150 orang meninggal ketika teroris membom empat buah tempat, menahan sandera serta membunuh sandera-sandera tersebut. Sama seperti ketika bom Bali terjadi, para pelaku menargetkan orang-orang yang berasal dari negara-negara barat seperti Amerika, Inggris dan juga bangsa yang dianggap sekutu barat, Yahudi.</p>
<p>Mohon maaf, saya tidak akan mendiskreditkan religi, kepercayaan atau faham di sini, tapi seperti yang saya yakini, semua religi dan kepercayaan tidak ada yang menganjurkan kita berbuat jahat terhadap orang lain walaupun ada perbedaan faham dengan kita.</p>
<p>Dua tragedi yang terjadi di atas jelas didasari oleh kebencian. Kebencian yang sudah berakar dan mendarah daging. Kebencian yang sampai saat ini saya tidak bisa mengerti menagap harus terjadi. Sedikitnya ada tiga agama yang terlibat dalam lingkaran kebencian di dunia ini dan mereka mulai menularkan benih-benih kebencian tersebut ke kelompok-kelompok lain. Dan ironisnya ketiga agama tersebut berasal dari orang yang sama, dan bangsa yang sama, <em>Ibrahim</em> (atau <em>Abraham</em>). Bagi umat Kristiani, <em>Isaac (Ishak)</em> anak dari <em>Abraham (Ibrahim)</em> adalah titik mulainya agama mereka ketika pada saat itu muncul perintah <em>YHWH (</em>sebutan Tuhan oleh bangsa Yahudi) kepada <em>Abraham</em> untuk mengorbankan anaknya (<em>Isaac</em>). Buat umat Islam, diyakini bahwa mulainya agama Islam adalah dari <em>Ismail</em> (<em>Ishmael</em>) saudara dari Ishak, dimana menurut Al Quran, <em>Ismail</em> lah yang di perintahkan untuk di korbankan oleh Allah kepada <em>Ibrahim</em> untuk menguji kesetiaannya terhadap Allah. <em>Abraham</em> sendiri disebut sebagai bapak bangsa Semit (Arab &amp; Israel).</p>
<p>Cerita di atas adalah cerita yang saya dapatkan dari sejarah. Masih ada missing link yang besar, mengapa mereka mesti saling membenci? dan mengapa Agama yang kita peluk yang seharusnya menjadi life-guidance buat kita semua justru mereka jadikan sebagai dasar dari kebencian tersebut? Dan yang sangat ironis adalah di negara kita pun ada orang-orang yang memiliki pandangan yang didasari kebencian serupa. Coba simak komen-komen yang masuk menanggapi blog entry <a href="http://www.yanswersblogid.com/b4/2008/11/03/hukuman-mati-sebuah-hukuman-atau-jalan-ke-surga/">di sini</a>, jelas sekali banyak yang pro terhadap kebencian tersebut dan banyak juga yang menanggapi balik dengan kebencian serupa. Apa yang terjadi dengan Indonesia yang cinta damai? Indonesia yang punya toleransi tinggi terhadap perbedaan?</p>
<p>Kalau sudah begini saya jadi ingat apa yang <em>John Lennon</em> bilang dalam lagu karyanya, Imagine:</p>
<blockquote><p><em>Imagine there’s no Heaven<br />
It’s easy if you try<br />
No hell below us<br />
Above us only sky<br />
Imagine all the people<br />
Living for today</em></p>
<p><em>Imagine there’s no countries<br />
It isn’t hard to do<br />
Nothing to kill or die for<br />
And no religion too<br />
Imagine all the people<br />
Living life in peace</em></p>
<p><em>You may say that I’m a dreamer<br />
But I’m not the only one<br />
I hope someday you’ll join us<br />
And the world will be as one</em></p>
<p><em>Imagine no possessions<br />
I wonder if you can<br />
No need for greed or hunger<br />
A brotherhood of man<br />
Imagine all the people<br />
Sharing all the world</em></p>
<p><em>You may say that I’m a dreamer<br />
But I’m not the only one<br />
I hope someday you’ll join us<br />
And the world will live as one </em></p></blockquote>
<p>Still wondering til now. Will it be happening to us?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://voiceofjakarta.com/2008/12/membayangkan-hidup-tanpa-kebencian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

