Tag Archive | "Charlie Parker"

Nuansa Jazz di tahun 2009

Halo teman-teman,

Tak terasa dalam sekejap 2008 akan berganti dengan 2009. Selamat Tahun Baru kami ucapkan bagi semua pendengar Voice of Jakarta dan khususnya acara Nuansa Jazz. Di tahun baru ini kami harap Nuansa Jazz semakin berkembang dan dapat sekiranya membantu terhapusnya dahaga akan musik Jazz yang makin lama makin minim terdengar di udara.

Banyak sudah ide-ide yang masuk ke kotak surat dari para pendengar. Dengan semua ide tersebut, sekiranya kami dapat membentuk sebuah gambaran bagaimana agenda Nuansa Jazz di tahun 2009 akan terbentuk. Berbagai masukkan positif kami terima atas edisi spesial yang telah kami tayangkan dan, dengan demikian, akan lebih banyak lagi kami tampilkan untuk anda semua.

Tampilan wawancara merupakan satu hal yang sangat ditunggu oleh pendengar dan dengan itu kami akan berusaha menambah tampilnya wawancara di Nuansa Jazz. Beberapa calon tamu sudah berhasil kami dapatkan, antara lain:

  • Howard Levy;
  • Jeremy Monteiro;
  • Luluk Purwanto dan René van Helsdingen;
  • Nyak ‘Ubiet’ Ina Raseuki; dan
  • Paul Blair.

Mereka akan hadir satu demi satu sesuai dengan jalannya waktu di tahun yang akan datang.

Edisi spesial lainnya juga sudah mulai terbentuk. Gitar Jazz merupakan fokus dari 2 episode Nuansa Jazz dan topik-topik berikut diharapkan tampil di tahun yang akan datang:

  • Penjabaran style: Trad, Swing, Bop, Hard Bop, dll;
  • Tokoh-tokoh Jazz Indonesia (antara lain): Nick Mamahit, Jack Lemmers (Lesmana), Bubi Chen, Bill Saragih, dll;
  • Tokoh-tokoh Jazz internasional (antara lain): Charlie Parker, Benny Carter, Roy Eldridge, Duke Ellington, Count Basie, Artie Shaw, Charles Mingus, dll;

Tentunya masukkan dari anda sangat kami harapkan untuk menambah kayanya acara kami. Jika anda memiliki kesan, pesan, saran, atau permintaan lagu, langsung saja mengirimkan e-mail ke nuansajazz at voiceofjakarta dot com. Kami tunggu!

Salam hangat dan Jazz Always!

Alfred D. Ticoalu
Chicago, IL
31 Desember, 2008

NB: Terima kasih banyak kepada Yuke Tjandra yang telah menciptakan logo Nuansa Jazz.

Posted in UncategorizedComments (0)

Lambert, Hendricks, and Ross

Lambert, Hendricks and Ross merupakan salah satu kelompok vokal Jazz terhebat sepanjang masa. Tanpa mereka tidak akan ada yang kita ketahui sekarang seperti Manhattan Transfer, LA Voices, New York Voices, dan lain-lain. Dave Lambert, bersama Buddy Stewart, adalah 2 orang pertama yang menyanyikan style Bop secara keseluruhan. Tak heran julukan Lambert adalah “The Oldest Living Bop Singer”. Jon Hendricks dikenal sebagai penyanyi dan juga penulis lirik yang amat handal. Sesukar apapun sebuah komposisi dapatlah dibuat dan dimasukkan lirik oleh Jon Hendricks. Hal yang sama juga dimiliki oleh Lambert namun untuk LH&R lebih kental peranan Hendricks ketimbangnya. Annie Ross, dari Inggris, sebenarnya adalah seorang artis teater dan juga merupakan guru olah suara. Namun dengan kapasitas suaranya yang handal dan kemampuannya untuk berimprovisasi, tak salah dia ditarik masuk sebagai anggota ketiga dari kelompok ini.

Style musik mereka mencakup semua jenis yang ada di Jazz namun satu keistimewaan membuat hal ini wajib dijadikan sebuah kategori terpisah. Style dari kategori ini dinamakan “Vocalese.” Apakah itu? Kala seseorang mengambil sebuah lagu yang sudah pernah dimainkan oleh seorang musisi lain dan juga diambil solo improvisasi yang dilakukan oleh musisi itu, kemudian diberikan lirik, dan dinyanyikan nada demi nada, dus itu adalah “Vocalese.” Sebuah tekhnik yang pertama kalinya digunakan oleh musisi seperti King Pleasure dan Eddie Jefferson. King dikenal atas karya vocalese-nya terhadap karya saxophonist James Moody, “I’m in the Mood for Love” alias “Moody’s Mood for Love” sementara Eddie Jefferson dikenal atas karya vocalese-nya atas karya Charlie Parker, “Parker’s Mood.”

Dave Lambert lah yang pertama kali memikirkan penggunaan metoda Vocalese ini terhadap sebuah kelompok musik alias “vocal group”. Pada saat yang bersamaan Jon Hendricks juga memikirkan hal yang sama, dan tak lama kemudian setelah mereka bertemu, dimulailah sebuah hubungan kerja profesional yang berlangsung sampai tewasnya Dave Lambert dalam sebuah kecelakaan yang terjadi di ruas jalan tol New Jersey (New Jersey Turnpike) di tahun 1966. Dikenal sebagai seorang yang murah hati, Lambert berusaha membantu orang yang ban mobilnya pecah; dan kala sedang berusaha mengganti ban tersebut lewatlah sebuah truk yang seketika menghisap dan melindasnya. Sebuah akhir hidup yang tragis dari seseorang yang sangat tinggi bakat dan sumbangannya kepada dunia musik.

Sebelum kecelakaan itu terjadi Annie Ross sudah meninggalkan kelompok tersebut (1962), kembali ke Inggris, karena masalah kesehatan dan juga karena masalah izin kerja yang sudah habis. Kalau anda pernah mendengar nama kelompok Lambert, Hendricks and Bavan, maka inilah kelompok yang dibentuk sesudah perginya Ross. Bavan adalah dari nama sang penyanyi baru, Yolande Bavan, seorang wanita Asia yang berasal dari Ceylon atau Sri Lanka sekarang. Namun tak lama setelah itu, dengan meninggalnya Dave Lambert, bubarlah kelompok ini untuk selamanya.

=====

NB: Tulisan pendek  di atas dibuat untuk seorang pendengar Nuansa Jazz yang bertanya soal kelompok ini setelah mendengarkan edisi spesial Natal Nuansa Jazz (yang mana sebuah lagu karya LH&R terdengar). Sebagai bonus akan gw mainkan lagu-lagu karya kelompok ini di beberapa edisi Nuansa Jazz yang akan datang.

Salam hangat,

Alfred D. Ticoalu
Chicago, IL
25 Desember, 2008

Posted in UncategorizedComments (0)


Archives